Ganti ke Bahasa Inggris
HOME
 
 
Provinsi Sulawesi Utara

Secara universal paradigma pembangunan ekonomi telah berubah seiring dengan tuntutan ekonomi global yang dewasa ini mengharapkan suatu aktifitas ekonomi menjadi lebih efesien dengan flexibilitas yang tinggi. Batas-batas negara/ wilayah administrasi pemerintahan (propinsi, daerah) yang awalnya menjadi referensi untuk pengembangan/pembangunan ekonomi wilayah telah berubah, sehingga paradigma baru pengembangan kawasan ekonomi saat ini semakin borderless. Artinya batas-batas negara/ pemerintahan menjadi semakin tidak jelas untuk pengembangan ekonomi wilayah/kawasan. Di Eropah sekalipun yang merupakan negara-negara ekonomi maju telah menyatukan mata uang mereka (euro) untuk efisiensi perdagangan ekonomi wilayah.

2

Saat ini daerah cenderung lebih leluasa dalam mengelola gagasan dan konsep serta merumuskan kebijakan pembangunan daerah. Terbukanya peluang bagi pemerintah daerah mengembangkan kebijakan regional dan lokal untuk mengoptimalkan pendayagunaan potensi ekonomi daerahnya. Dalam konteks ini otonomi daerah akan memungkinkan lahirnya berbagai prakarsa pemerintah daerah untuk menawarkan fasilitas investasi dan membangun berbagai infrastruktur yang menunjang pertumbuhan ekonomi daerahnya. Pada masa lalu top down planning begitu kuat dan pada saat ini cenderung ke arah bottom up planning. Otonomi daerah diharapkan akan membawa masyarakat ke tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.

Propinsi Sulawesi Utara adalah bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terletak di ujung utara Indonesia Timur dan mempunyai potensi besar di bidang pariwisata, pertanian dan perikanan yang didukung oleh infrastruktur yang memadai.

Provinsi Sulawesi Utara dengan ibukota Manado, secara geografis terletak di antara 0,300 - 4,300 lintang utara dan 123,00 - 127,00 bujur timur, dengan luas wilayah 15.272,44 km2. Sebagian besar wilayahnya merupakan perbukitan rendah dengan ketinggian 0-2000 meter di atas permukaan laut.

Propinsi Sulawesi Utara dengan jumlah penduduk 2.189.273 orang dan kepadatan penduduknya 142,5 orang per km2 tergolong masyarakat agraris, yakni mata pencarian penduduk Propinsi Sulawesi Utara hampir separuh di sektor pertanian.

1

Dalam perspektif regional maupun internasional Provinsi Sulawesi Utara berada pada posisi strategis karena terletak di tepian pasifik (pacific rim) yang secara langsung berhadapan dengan negara-negara asia timur dan negara-negara pasifik. Posisi demikian menguntungkan Sulawesi Utara, karena secara geografis akan menjadi pintu gerbang perdagangan di kawasan timur Indonesia di wilayah Asia Pasifik. Predikat sebagai pintu gerbang tersebut ditopang dengan adanya Pelabuhan Samudra Bitung yang mampu menampung jenis kapal laut dalam ukuran besar, serta Bandara Internasional Sam Ratulangi. Untuk pelabuhan samudra Bitung sudah diperluas dengan dibangunnya fasilitas pelabuhan kontainer yang mampu bongkar muat komoditi ekspor dan impor bagi kapal-kapal yang menggunakan fasilitas pelabuhan tersebut. Selanjutnya dalam rencana makro Nasional di Sulawesi Utara (Bitung) akan dibangun International Hub Port (IHP).

Dalam era globalisasi perdagangan, semua pihak (stakeholders) harus mengantisipasi perkembangan dan manfaat positif di era perdagangan bebas (free trade zone) seperti AFTA (Asean Free Trade Area), NAFTA, APEC serta pertumbuhan ekonomi global yang memanfaatkan fasilitas perdagangan yang ada di Sulawesi utara

Keunggulan komparatif yang ada dengan didukung sejumlah fasilitas penunjang yang ada harus dikelola secara optimal agar dapat memberikan kontribusi dalam memacu akselerasi pembangunan propinsi Sulawesi Utara. Keunggulan posisi strategis tersebut perlu dioptimalkan sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan, pariwisata, jasa, industri manufaktur, dan bidang lain di Sulawesi Utara khususnya dan Indonesia pada umumnya.

 

 

 
Support By

 

Hakcipta©WOC'09 Secretariat 2007, All Right Reserved