Provinsi Sulawesi Utara berdiri pada tanggal 23 September 1964 dengan Arnold Baramuli sebagai Gubernur pertamanya. Pada tahun 2003, Sulawesi Utara terdiri dari 2 kota dan 3 kabupaten yaitu: Kota Manado dan Bitung serta Kabupaten Minahasa, Bolaang Mongondow dan Sangihe Talaud. Saat ini Sulawesi Utara terdiri dari 4 kota dan 9 kabupaten yaitu: Kota Manado, Tomohon, Bitung dan Kotamobagu serta Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Sangihe, Talaud dan Sitaro. Sulawesi Utara merupakan salah satu dari 33 Provinsi di Republik Indonesia dengan Manado sebagai ibukotanya. Daerah ini memiliki area seluas 1.533.698 ha dan terletak pada 0030 - 403 lintang utara dan 1210127 bujur timur. Di bagian utara, daerah ini berbatasan dengan Republik Filipina, Laut Sulawesi dan Samudra Pasifik. Di bagian timur berbatasan dengan Laut Maluku dan di bagian selatan berbatasan dengan Teluk Tomini. Sementara di bagian barat berbatasan dengan provinsi Gorontalo yang sampai pada akhir tahun 2000 masih merupakan bagian dari Sulawesi Utara dan kemudian menjadi provinsi sendiri.
Secara topografi, daerah ini berupa pegunungan dan perbukitan, terbentang dari pegunungan Lembean-Wullur Mahatus (di Minahasa) dan dari Gunung Ambang-Gunung Gambuta (di Bolaang Mongondow). Di Sangihe Talaud kita bisa menemukan gunung-gunung berapi yang aktif maupun yang tidak aktif lagi, yang beberapa diantaranya memiliki ketinggian antara 1.800-2.000 meter. Kaya akn abu vulkanik menyebabkan tanah di Sulawesi Utara menjadi sangat subur; daerah dataran tinggi dan dataran rendah penghasil beras, kelapa, cengkih, pala, vanili dan sayuran. Daerah penghasil beras dan jagung di Dumoga, Ayung dan Sangkub (Bolaang Mongondow). Dataran tinggi Tondano juga menghasilkan beras, jagung, serta Modoinding yang terkenal dengan sayurannya. Sangihe Talaud dikenal dengan kualitas pala yang tinggi dan pohon-pohon rumbia (Pohon sagu yang menghasilkan tepung khusus untuk bahan pembuat makanan ringan dan kue-kue tradisional). Sulawesi Utara diberkati dengan banyak danau seperti danau Tondano dan Danau Moat. Sungai-sungai seperti Ongkag mongondow , ongkag Dumoga, sungai sangkub, Randangan, Bulia dan lain-lain yang digunakan untuk irigasi bagi lahan-lahan pertanian. Sungai Tondano di gunakan sebagai tenaga pembangkit listrik untuk daerah Manado dan Minahasa.
Seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, Sulawesi Utara beriklim tropis dengan dua musim yaitu: Hujan dan Kemarau. Dimulai pada awal September,angin dingin dari barat laut menjadi lembab saat melewati laut Cina selatan dan tiba di laut Sulawesi sekitar bulan November. Musim hujan dimulai dari November sampai Maret dan musim kemarau dari April sampai Oktober.Hujan berlangsung 90-130 hari dengan curah hujan rata-rata 3.000mm pertahun. Temperatur rata-rata 260C dengan rata-rata kelembaban 80%. Pada abad ke-19, seorang penyelidik alam Alfred Russel Wallace (1823-1913) yang pertama mengamati bahwa kepulauan Indonesia didiami oleh dua margasatwa yang berbeda. Daerah Wallace (Wallace’s Line), berada di daerah antara Bali dan Lombok dan di Kalimantan dan Sulawesi, sampai di Filipina bagian selatan dan bagian utara Hawai yang menandakan perbedaan ciri-ciri flora dan fauna. Fauna asli dari sulawesi adalah Anoa (Kerbau kecil), Babi rusa (Babi hutan dengan taring yang tumbuh diatas mulutnya), Makaka berekor hitam, Kuskus,Burung maleo (yang mengerami telur 250 gram di dalam gundukan tanah dengan bantuan matahari, air panas atau udara panas vulkanik), Tarsius (Tarsius spectrum-primata paling kecil di dunia) yang memiliki ukuran tubuh termasuk kepala hanya 10 cm, dan lain-lain. Semua spesies ini dapat kita lihat di Pusat perlindungan satwa Tangkoko Batuangus dan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (yang dulunya dikenal dengan Dumoga Bone).
|