Manado
Manado menawarkan berbagai macam tempat dengan pegunungannya, gunung berapi dan pemandangan di dataran tinggi. Diperkirakan bahwa Manado didiami pada abad ke-16 dan dikenal dengan nama “Wenang”. Kemudian pada tahun 1632 namanya berubah menjadi “Manado”. Dipengaruhi oleh kependudukan asing, kebudayaannya mencerminkan pengaruh dari luar. Urbanisasi masyarakat dari Sangihe Talaud, Bolaang Mongondow, Gorontalo dan Minahasa telah mengakibatkan keragaman budaya dan penduduk. Penduduk Manado berjumlah 342.264 (pada tahun 1996). Terdapat banyak tempat yang menarik dan berada disekitar kota Manado.
Taman Laut Bunaken
Taman laut nasional Bunaken yang tekenal didunia, memiliki luas area 75,26 hekter, letaknya dekat dengan Manado dan terdiri dari 5 pulau, yaitu : Bunaken, Manado Tua, Siladen, Mantehage dan Nain. Tempat untuk snorkeling dan diving yang sangat indah yang memposisikan taman laut ini sebagai salah- satu dari 10 tempat menyelam terkenal di dunia dan dan ramai dijunjungi bagi penyelam berpengalam maupun pemula. Tempat menyelam sampai dengan kedalaman 100 meter dan air hangat bisa dirasakan pada kedalaman itu. Berbagai jenis ikan dan kehidupan laut termasuk : Coelacanth(ikan purba), Napoleon Wrasse, Angelfish, kura-kura, ikan belut Ribbon berwarna biru, Stingrays, Eaglerays, Snappers, ikan Grouper, dan hiu yang dinamai. Ada banyak sekali spesies lain yang sangat beragam yang ada, tetapi dapat dengan mudah dijumpai pada tempat yang beragam.
Pulau Manado Tua
Pulau ini merupakan pulau utama diantara pulau-pulau yang lain. Ada jalan kecil untuk hiking ke tempat yang tinggi yang memakan waktu berjam-jam untuk mencapainya, dan tempat ini menawarkan sebuah pemandangan yang spektakular dari pulau-pulau teluk Manado. Sangat indah untuk aktifitas diving dan snorkeling.
Pulau Siladen
Pulau ini terdiri dari banyaknya pantai perpasir putih. Tempat Diving yangbagus bagi penyelam perpengalaman, tetapi snorkeling yang bagus untuk siapa saja. Bagi mereka yang merasa butuh mengasingkan sejenak dari hirup-pikuk peradaban kota, tempat yang tenang ini menawarkan kesempatan yang menyenangkan untuk istirahat dan berjemur di bawah sinar matahari.
Monumen Wolter Monginsidi dan Piere Tendean
Sebuah monumen untuk memperingati pemuda yang berjasa bagi Sulawesi Utara, Wolter Monginsidi dan Piere Tendean. Wolter Monginsidi yang meninggal sejak perjuangan kemerdekaan Indonesia dan Piere Tendean meninggal pada tanggal 30 September 1965 yang terkenal dengan ”Pemberontakan Komunis”. Terletak di tepi laut, berhadapan dengan teluk Manado, biasanya ramai dengan oarang-orang yang ingin bersantai-santai sanmbil menikmati pamandangan panorama yang indah dari teluk Manado. Monumen ini terletak di Bahu pada persimpangan jalan Wolter Monginsidi dan Piere Tendean.
Tugu Perang Dunia ke II
Tugu untuk memperingati kehancuran Manado yang dibom hebat dan untuk menghormati para korban Perang Dunia ke II. Tugu ini terletak di pusat kota Manado bersampingan dengan gereja Sentrum (Gereja Pusat).
Golf
Tempat olah raga Wenang Golf, permainan dengan 9 lubang , terletak di jalan dari Manado ke bandara internasional dengan luas area 1800 meter persegi. Di tempat itu tersedia juga untuk menyewa pembantu golf .
Bitung
Kota Bitung terletak di bagian utara Sulawesi, kira- kira 47 km dari Manado. Daerah ini memiliki total area seluas 30.400 hektar dengan jumlah penduduk 118,636 (pada tahun 1996). Bitung merupakan pebuhan perdagangan penting di kawasan Indonesia bagian Timur dan juga sebagai jalan masuk para wisatawan. Pelabuhan ini dilengkapi dengan peralatan yang baik dengan sebuah dermaga berfungsi baik unyuk ditempati oleh kapal-kapal perjalanan. Aset utama kota Bitung adalah Selat Lembah dan Pulau Lembah yang berfungsi sebagai pelindung alami dari angin dan pantai yang keras. Dipercaya bahwa nama “Bitung” diambil dari sebuah pohon rindang yang tumbuh di daerah tepi pantai, memberikan perlindungan bagi manusia dari sinar matahari, hujan, dan angin.
Cagar Alam Tangkoko Batuangus
Terletak di kaki gunung Dua Saudara, area ini meliputi bukit-bukit dan lembah dengar berbagai macam pohon dengan kayu keras dan tumbuhan langkah lainnya. Hewannyapun
Beraneka ragam dan salah satu yang bisa dilihat yaitu Tarsius Spectrum(jenis primata paling kecil di dunia) jenis monyet berekor hitam, burung Maleo, babi hutan dan kuskus(jenis hewan berkantung). Cagar alam Tangkoko Batu Angus memberikan perlindungan lingkungan untuk mencegah hewan-hewan tersebut dari kepunahan. Tangkoko terletak di bagian utara kota Bitung dan memiliki luas area 3,196 hektar dan memakan waktu 1,5 sampai 2,5 jam dari kota Bitung atau Manado. Harus diingat bahwa jalan menuju ke Tangkoko kadang kala sukar dan pengunjung disarankan mengunjunginya bersama pemandu wisata untuk menjamin keselamatan perjalanan kita dan mendapatkan keuntungan dari pemandu perpengalaman yang dapat membantu dalam kegelapan suaka margasatwa. Losmen(semacam penginapan bagi tamu) tersedia sebagai tempat penginapan malam hari.
Selat Lembeh
Selat Lembeh berjarak 12 km membentang di perairan, memisahkan pulau Lembeh dan daerah utama lain. Bitung sebenarnya merupakan sebagian titik jalan sepanjang pantai selat Lembeh. Bagian perairan yang masih orisinil ini di wilayah Sulawesi Utara merupakan tempat tinggal bagi banyaknya hewan laut yang unik, termasuk kuda laut kerdil, gurita, ikan pipa, dan beragam spesies unik lainnya. Ini merupakan tempat menyelam yang sangat menakjubkan bagi fotografer bawah laut dan keanekaragamannya dan kesempatan mendapatkan hasil gambar yang tak terlupakan. Ada banyak pantai yang dikembangkan di tepi pantai selat Lembeh yang menakjubkan untuk aktifitas snorkeling dan berenang. Sekarang ini, pulau Lembeh tidak berkembangkan dan tidak ada fasilitas bagi wisatawan.
Monumen Jepang
Sebagaimana Bitung berperan sebagai bagian penting pada perang dunia ke II, sebagai tempat tinggal bagi tentara Jepang, itu menjadi tempat perisirahatan abadi bagi tentara Jepang sejak perang. Untuk memperingati sebagai sejarah dan yang meninggal, orang Jepang dan pemerintah Sulawesi Utara membangun monemen yang terletak di Manembo-nembo, 7 km dari pusat kota Bitung.
Monumen Trikora
Terletak di jurang pantai pulau Lembeh, monumen DC3 dan tamannya menawarkan kesempatan yang menarik untuk bepergian dengan menggunakan kapal pada hari minggu dan saat liburan. Dapat dijangkau dengan menggunakan kapal motor kecil.
Minahasa
Daerah Minahasa memiliki wilayah dengan luas area kira-kira 418.862 hektar dengan jumlah penduduk 733,029 jiwa(pada tahun 1996). Tondano merupakan ibukota kabupaten Minahasa. Terletak di dataran tinggi, 700 meter di atas permukaan laut, dikelilingi oleh pinggiran desa yang indah dengan udara pegunungan yang sejuk. Masyarakat Minahasa meyakini legenda bahwa mereka merupakan keturunan dari Toar dan Lumimuut. Peringatan untuk masa lampau adalah waruga, kubur batu yang terletak di Sawangan, Airmadidi dan Watu Pinabetengan di Tompaso. Kata Minahasa yang berarti persatuan dari suku-suku tradisional berasal dari kata esa atau satu, oleh karena itu, daerah ini dinamakan dengan nama Minahasa.
Gunung Klabat
Gunung tertinggi di Sulawesi Utara, yaitu dengan ketinggian 1995 meter, dapat didaki dalam 5 atau 6 jam dari Stasiun Polisi di Airmadidi. Mendaki sampai malam hari selama bulan terang dan bermalam untuk melihat matahari terbit.
Taman Purbakala Sawangan
Waruga purba dan kubur batu(sarkofagi) dari masyarakat Minahasa, terhitung dari zaman Megalitik sangatlah menarik. Ada 144 buah kubur batu yang dibangun untuk menempatkan jenazah pada posisi duduk. Para pemeluk sebelum Kristen meyakini bahwa bayi dilahirkan pada posisi duduk dalam kandungan ibu dan dalam posisi demikianlah manusia harus kembali ke abadiannya. Ukiran pada batu menggmbarkan penyebab kematian yang meninggal, kegemarannya, karakter ataupun pekerjaan dan sebagainya. Ada sebuah toko kecil di depan pintu masuk dan sumbangan kecil. Tempat itu terlatak di desa Sawangan dekat dengan Airmadidi, sekitar 24 km dari kota Manado.
Kubur Megah Ibu Walanda Maramis
Tempat ini merupakan penghormatan kepada pahlawan nasional hak asasi manusia di Sulawesi Utara. Ia dilahirkan pada 1 Desember 1872 dan meninggal dunia pada tahun 1949. sebuah organisasi yang dinamakan ”PIKAT” dibentuk oleh ibu Walanda Maramis untuk melibatkan wanita dalam kehidupan masyarakat dan pengembangan pendidikan.
Monumen Dr. Sam Ratulangi dan Kuburannya
Monumen ini dan kuburannnya terletak di Tondano, mengenang pahlawan nasional yang berasal dari Sulawesi Utara, ia dilahirkan di Tondano dan meninggal dunia pada tahun 1949. terletak di perbukitan dengan pemandangan alami dari danau Tondano dan dikelilingi oleh ladang padi, itu mengingatkan kita akan semangat kepahlawanan selama masa revolusi.
Remboken
Daerah sunyi ini berjarak 13 km dari Tondano, terletak di di Danau Tondano, merupakan tempat yang cocok untuk berbagai aktifitas olah-raga air. Disekitarnya terdapat bungalow, tempat pemandian air panas dan rumah makan yang menyediakan berbagai macam ikan.
Sarapung dan Monumen Korengkeng
Monumen ini berjarak 1 km dari pusat kota, peringatan Perang Tondano, tahun 1808-1809 dipimpin oleh Sarapung yang merupakan kepala suku dari masyarat Tondano dan Korengkeng, kepala suku dari suku Tondano-Toulimambot.
Tamaska Hijau
Daerah ini berada di Tataaran kawasan musim panas dan pemandangan yang menarik dari ladang padi. Fasilitasnya terbatas untuk menginap sampai malam hari.
Tomohon
Kota yang indah ini, berjarak tempuh 25km dari pusat kota Manado dan merupakan pusat dari banyaknya kelompok misionaris Kristen. Terletak di dataran tinggi, diantara kedua gunung berapi aktif. Udara segar dingin memungkinkan tumbuhnya beragam bunga dan semua jenis tanaman yang luar biasa untuk berkembangbiak. Bukit Inspirasi(auditorim) menghadap gunung lokon sebagai tempat pertemuan nasional, festival-festival, dan kegiatan lainnya.
Gunung Lokon dan dan Gunung Mahawu
Gunung berapi Lokon dengan ketinggian 1580 m dan gunung Mahawu tingginya mencapai 1311m, keduanya memiliki kawah dengan keindahan yang menakjubkan. Gunung Lokon kadang-kadang dianggap yang paling indah dari antara keduanya. Pendakian ke puncaknya harus dilakukan oleh pendaki dalam cuaca yang memungkinkan. Kawah beruap terbentang di bawah puncak gunung dan kedalam kawahnya sekitar 60 meter. Waktu yang paing baik untuk mulai melakukan pendakian yaitu dari Kakaskasen pada pukul 7 pagi dan memungkinkan untuk tiba sampai di kawahnya ketika udara pagi masih sejuk. Sangatlah penting untuk menghubungi Pos Pengamanan Gunung Lokon dan gunung Mahawu di Kakaskasen III di kota Tomohon.
Gunung Soputan
Gunung berapi aktif ini terletak di Tombatu, sekitar 60 km dari pusat kota Manado atau sekitar 10 km berjalan dari desa Toure. Gunung Soputan ini memiliki ketinggian 1852 m dan masih aktif, sering beberapa kali menguap dan mengeluarkan debu. Pejalan kaki akan melintasi melewati tumbuh-tumbuhan, juga area dengan bunga Edelweys yang biasanya disebut sebagai “Bunga Abadi”. Sering kali orang-orang memilih untuk bermalam di hutan Casuarina sebelum memulai perjalanan pada akhir titik tujuan pada pukul 4 pagi.
Watu Pinawetengan
Desa Pinabetengan, sekitar 50 km dari pusat kota Manado, merupakan tempat tinggal berbentun batu kuno, berbentuk seperti sebuah meja. Panjang ukurannya 4 m dan tinggi 2 m dan merupakan bekas peninggalan dari suku-suku Minahasa dimana mereka berunding tentang pembagian wilayah, kesatuan, perdamain, dan perang melawan musuh. Ukiran tulisan di atas batu tidak dapat diartikan.
Gua Jepang
Gua Jepang terletak di sepanjang jalan diantara Kiawa dan Kawangkoan, di daerah luar desa sekitar 45 km dari pusat kota Manado. Gua itu dibangun oleh Jepang selama Perang Dunia Ke II yang digunakan untuk penyimpanan.
Monumen Lapian-Taulu
Monumen ini terletak di Kawangkoan, sekitar 45 km dari pusat kota Manado, untuk mengenang Bernhard Wihelm Lapian dan Charles Chus Taulu, pemimpin pada Peristiwa Merah Putih pada tanggal 4 Februari tahun 1946 yang mewakili perlawanan kepahlawanan untuk mempertahankan Republik Indonesia. B.W. Lapian juga merupakan seorang pahlawan yang religius yang mendirikan KGPM (Kerapatan Gereja Protestan Minahasa).
Kubur Megah Imam Bonjol
Kubur megah ini berjarak 7 km dari pusat kota Manado, menggambarkan arsitektur tradisional Minangkabau dan penghargaan terhadap Imam Bonjol yang merupakan seorang pahlawan yang berasal dari Minagkabau, Sumatra Barat. Dia adalah seorang pahlawan pada Perang Paderi yang melawan Belanda dan akhirnya diasingkan ke Sulawesi Utara. Ia dilahirkan pada tahun 1791 dan meninggal dunia pada tahun 1864 di desa Lota, Pineleng.
Bolaang Mongondow
Bolaang Mongondow merupakan nama daerah yang menjangkau dataran tinggi dan dataran rendah di antara Minahasa dan Gorontalo. Jumlah penduduknya 411,086 (pada tahun 1996). Disamping legenda asal-usulnya, Bolaang Mongondow terkenal dengan upacara tradisionalnya yang unik dan menarik dan menggambarkan proses kehidupan manusia dari lahir sampai dewasa. Upacara-upacara ini merupakan atraksi-atraksi menarik bagi wisatawan yang jangan sampaikan dilewatkan. Atraksi budaya lainnya yaitu tarian tradisional, yang dilestarikan sampai sekarang ini.
Danau Moat
Danau yang tenang ini, berjarak sekitar 23 km dari Kotamobagu, terletak di dataran tinggi sekitar 1000m di atas permukaan laut, danau ini dikelilingi oleh hutan lebat dengan banyaknya burung dan hewan lainnya.
Pantai Indah Molosing
Pantai ini berjarak 50 km dari pusat kota Kotamobagu, terlatak di dataran tinggi, lepas pantai dari desa Motabang pada pulau kecil Molosing. Pulau tenang yang tropis ini menyenagkan untuk akrifitas berenang, memancing, bepergian dengan perahu dan juga snorkeling. Tersedia juga rumah makan dan tempat tinggal. Gunung yang menarik ini dapat didaki melalui perkebunan kopi diantara Modayang dan danau Moat dan berjarak 27 km dari Kotamobagu. Cagar alam ini menawarkan danau kawah, hutan yang tak tersentuh dan kolam lumpur panas.
Taman nasional Bogani Nani Wartabone(Dumoga Bone)
Taman nasional ini berjarak 260 km dari pusat kota Manado, memiliki luas area 193,600 hektar, ketinggiannya mencapai 200-1968 meter dan membentang dari Dumoga di Bolaang Mongondow ke Bone di Gorontalo. Daerah pegunungan dan padat akan tanaman membuatnya sebagai tempat yang cocok bagi burung Maleo, anoa, babi rusa, babi hutan, tarsius dan kelelawar besar. Kelelawar besar pemakan buah itu merupakan spesies baru yang ditemukan pada tahun 1992. Alasan utama penetapan area ini sebagai Taman Nasional adalah untuk melindungi batas air dan menghentian pengrusakan hutan. Bank dunia telah meminjamkan dukungannya untuk program ini. Kebanyakan dari hutan pada letak secara komparatif dan berhubungan dengan kekayaan penanaman tanaman dan pepohonan, seperti durian dan pala.
Sangihe Talaud
Daerah ini memiliki 77 pulau, dimana 56 diantaranya tidak didiami. Jumlah penduduknya 260.370 jiwa(pada tahun 1996). Sebagaian dari masyarakat behubungan dengan pertanian, diantaranya termasuk kelapa, vanili, pala, dan cengkih. Pulau-pulau tersebut terletak di bagian utara semenanjung Sulawesi dan bagian selatan filipin. Pulau-pulaunya terbagi dalam 2 pulau utama yaitu : Sangihe, terdiri dari pulau Sangir besar, Siau, Tagulandang dan Biaro : dan Talaud terdiri dari pulau Karakelang, Salibabu, Kaburuan, Nanusa, Miangas, dan banyak pulau-pulau kecil lainnya. Ibukota Sangihe Talaud adalah Tahuna, yang letaknya di Sanger Besar.
Gunung Ambang
Bandar udara terletak sekitar 21 km dari Tahuna dengan penerbangan domestik yang tidak ditentukan keberangkatannya. Sebaiknya menghubungi agen perjalanan. Ada pelabuhan di Tahuna, Siau, Tagulandang, dan Beo yang menyediakan berbagai kapal feri dan kapal lokal. Musik tradisional Sangihe Talaud terdir dari Oli-Oli dan musik bambu.
Gereja Tua
Gereja tua ini terletak di Mangitu, pulau Sanger Besar. Dibangun oleh Steyler yang adalah seorang misionaris Jerman di akhir abad ini. Tidak ada yang tertinggal di dalamnya, namun bangunannya tetap utu. Ada kuburan keluarga di sekitar gereja itu. Lihatlah itu sebagai salah-satu pemandangan bersejarah.
Minahasa Selatan
Kabupaten Minahasa Selatan dibentuk berdasarkan UU Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon di Provinsi Sulawesi Utara oleh DPR RI. Namun kedua daerah pemekaran baru ini diresmikan pada tanggal 4 Agustus 2003.Tempat wisata yang terkenal yaitu Bukit Doa Pinaling dan Pantai Moinit
Minahasa Utara
Kabupaten Minahasa Utara dengan ibu kota Airmadidi, adalah kabupaten pemekaran dari Kabupaten Minahasa. Kabupaten ini memiliki lokasi yang strategis karena berada di antara dua kota yaitu Manado dan kota pelabuhan Bitung.
Penduduknya sebagian besar adalah etnis Minahasa Tonsea (misalnya marga Langelo, Wuisan Dondokambey, Doodoh , Rondonuwu, Wagiu, Wullur, Wantania, Katuuk, Koloay, Manua, Sompotan, Tuegeh, Tintingon, Tangkilisan,Ticoalu, Tangka, Sayangbati, Tuwaidan, Umboh, Pangemanan, Panambunan, Pelleh, Punuh, Dumais, Bolang, Mantiri, Mumbunan, Luntungan, Kulit, Dengah, Dotulong, Unsulangi). Tanaman kelapa tersebar di seluruh hamparan, dan merupakan usaha tani utama pada perekonomian kabupaten ini. Terdapat pula kekayaan laut dan deposit emas. Daerah ini mudah diingat terkait dengan cagar budaya Waruga yaitu kuburan batu moyang Minahasa dalam posisi duduk, makam pahlawan nasional Ibu Maria Walanda Maramis, lokasi gunung tertinggi di Sulut yaitu Gunung Klabat atau Tamporok, pabrik tepung kelapa Poleko, serta pasar kukis Bobengka dan kue khas dari Kenari Halua di Airmadidi.
[[Berkas: Ibu kota : Airmadidi Luas : 932,20 km² Koordinat : Penduduk : 174.852 jiwa (tahun 2004) Kepadatan : - jiwa/km² Pembagian administratif
Tempat Wisata yang Terkenal yaitu Pantai likupang dan Waruga di Airmadidi
|