Ganti ke Bahasa Inggris
HOME
 
 
Keanekaragaman Kehidupan Laut

Kehidupan laut mendapat sedikit perhatian dibandingkan dengan  bagian kehidupan lainnya yang ada di bumi dalam keanekaragamannya. Ini mengejutkan bahwa dianggap evolusi laut memiliki  2,7 juta tahun di  medan bumi. Kekurangan perhatian ini kemungkinan hasil dari keterbatasan jalan masuk laut sebagaimana alam yang begitu luas (misalnya menjangkau kira-kira 70% dari permukaan bumi). Apalagi, pendapat terakhir menggambarkan bahwa ekosistem laut sebagai suatu wilayah dari kenakeragaman yang rendah dan sebagainya, penelitian  lebih mengfokuskan di darat. Meskipun dalam jumlah besar akan informasi penting, keanekaragaman telah ditujukan di daratan, perlu penelitian lebih lagi dalam dunia kelautan.

Adanya kekayaan keanekaragaman pada ekosistem laut sebagai rangkaian dari berjuta-juta tahun sejarah evolusi. Semua pengecualian dari salah-satu yang mengemukakan tentang pengklasifikasian (Norse, 1993) tejadi di laut ketika sekitar setengahnya yang terjadi di daratan. Jadi, organisme laut menunjukkan keanekaragaman klasifikasi dari pada yang hidup di daratan (Ray, 1988). Selanjutnya, 15 pengklasifikasian di lautan. Lautan menghasilkan sejumlah keanekaragaman yang hidup dan yang tidak ditemukan di daratan, oleh karena itu, itu dapat memperlihatkan keanekaragaman fungsional yang tinggi. Dengan demikian, ini berarti bahwa ekosistem laut tidak saja hanya memiliki keanekaragaman klasifikasi yang tinggi namun juga keanekaragaman fungsional yang tinggi. Penelitian selanjutnya merupakan hal yang penting demi pemahaman yang lebih baik mengenai bagaimana sebenarnya lingkungan itu.

References

Norse, E.A. 1993. Global marine biological diversity: A strategy for building conservation into decision making. Island Press, Washington D.C.383 pp.

Ray, G.C. 1988. Ecological diversity in coastal zones and oceans. In E.O. Willson (ed), Biodiversity . National Academy Press, Washington, D.C. Pp 36-50.

Mengapa keanekaragaman laut itu penting?

Sebagaimana dikutip dari Norse (1995), pemahaman keanekaragaman laut sangatlah penting dalam sejumlah alasan. Sesorang bisa berpendapat bahwa keanekaragaman laut memiliki kepentingan sebagimana asalnya, sebagaimana kehidupan memiliki kekayaannya sendiri. Apabila seseorang beranggapan berapa lama kehidupan di dunia telah ada(3 juta tahun). Ini kenyataan bahwa bumi telah bekerja (melalui evolusi) pada keannekaragaman sekarang ini untuk waktu yang panjang. Ini memungkinkan bahwa kita telah memiliki keputusan yang tepat secara kebetulan akan keanekaragam pada tempat pertama. Di samping hal-hal tersebut, bagaimanapun juga, hal penting dari keanekaragaman laut, terdapat dalam beberapa kategori di bawah ini :

  • Adaptasi
  • Makanan
  • Bahan Mentah
  • Iklim
  • Pengetahuan

Adaptasi
 
Keanekaragaman memungkinkan lingkungan beradapatasi ke kondisi yang berubah-ubah, sebagaimana yang terjadi sejak kehidupan itu ada. Manusia telah melakukan hal-hal dalam meningkatkan tingkat kemunduran/ kemerosotan dan akibatnya, itu menjadi tantangan besar terhadap lingkungan laut untuk beradaptasi secepat mungkin di kemudian hari. Perubahan ini telah dipengaruhi melalui polusi, penangkapan ikan, pengendapan dan perubahan iklim global (Norse, 1995). Melihat dampak dari manusia terhadap lingkungan, ini ironis bahwa tanpa keanekaragam genetis, seleksi alam tidak akan terjadi. Apabila seleksi alam terbatas, maka adaptasi itu mustahil. Selanjutnya, ini bukti bahwa pemeliharaan keanekaragaman dan lebih khusus lagi, keanekaragaman genetis merupakan hal pokok yang penting apabila kita dizinkan mengikuti adaptasi bagi cepatnya perubahan lingkungan.

Makanan

Makanan merupakan komoditas terpenting yang dapat disediakan oleh laut, termasuk ikan, makhluk tak bertulang belakang dan ganggang. Sirip ikan dan kerang-kerangan merupakan sumber protein hewani terbesar khususnya bagi negara-negara berkembang(Norse, 1995). Sangat sedikit dari ikan-ikan dunia digunakan secara komersial dan sebagainya, laut merupakan sebuah sumber bagi sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Rumput laut juga sangat penting secara komersial, secara histori, merupakan hal yang terpenting di Asia Timur. Beberapa contoh termasuk kelp (sejenis tumbuhan laut yang besar), nori, dan rumput laut. Pemeliharaan keanekaragaman dari biota laut tersebut akan memungkinkan penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui di kemudian hari. Namun dari pada itu, laut dapat membantu secara potensial mengurangi permasalahan laut sekarang ini dan penekanan penangkapan ikan secara komersial di kemudian hari.

Bahan Mentah

Potensi bagi pendapatan bahan mentah di kemudian hari dari laut sangatlah besar. Itu termasuk obat-obatan, polysaccharides, makanan untuk ternak dan bahan dasar bangunan.
Obat-obatan alami mulai dan berkelanjutan ditemukan melalui keanekaragaman kekayaan di bumi. Meskipun kebanyakan berasal dari tumbuhan yang tidak ada tangkai yang hidup di darat, laut memiliki banyak hewan yang secara permanen melekat pada sesuatu yang mempertahankan hidup dengan menggunakan kandungan bahan kimianya. Selanjutnya, dunia laut memiliki keanekaragaman biokimia yang banyak hasil dari keanekaragaman jenis biota laut sekarang ini di laut. Ini memungkinkan bahwa yang berhubugan dengan bahan kimia bagi bidang farmasi bisa didapati dari organisme ini yang menggunakan unsur kimia untuk bertahan. Sebagai contoh sisa dari (arabinosides) dikumpulkan dari karang Tethya crypta, yang digunakan untuk mengobati herpes (Norse, 1995)
Polysaccharides bagi kepentingan manusia disediakan oleh rumput laut, termasuk yang berwarna merah, cokelat dan hijau. Contohnyatermasuk alginate, yang didapati dari ganggang cokelat. Rumput laut dapat juga berperang penting bagi pertanian sebagaimana makanan bagi ternak atau pupuk kompos bagi lahan pertanian. Itu akan berperan penting, bagaimanapun juga, tentunya hal ini bermanfaat sebagaimana pula rumput laut yang telah terbukti merugikan di beberapa wilayah di dunia.
Bahan dasar bangunan bisa didapati melalui batu karang dan pasir karang, ini harus dikerjakan dengan cara yang tepat. Selanjutnya juga, chiton(sejenis hewan moluska)  dari udang dan rumahnya kepiting digunakan di pertanian dan juga bagi manusia dan suplemen makanan (Norse, 1995). Hal penting mengenai kulit kerang ini bahwa sedikit hewan yang terbuang dari laut.


Climate/ iklim

Ekosistem merupakan salah- satu faktor terpenting yang mengontrol iklim global. Putaran biokimia gas sangatlah dikontrol oleh biota hidup yang ada di bumi dimana dunia kelautan sangatlah penting. Sebagai contoh, tumbuh- timbuhan laut dan hewan- hewan laut dalam mengontrol karbon dioksida di laut, seperti fitoplangton menggerakkannya dari permukaan air sementara mengeluarkan oksigen. Kemudian ketika plangton mati, mereka tenggelam dan tertambah ke tingkat titik jenuh dari karbondioksida ke dalam laut. Hal ini menghasilkan gradasi Co2 secara vertikal di laut, yang diistilahkan sebagai ”Tekanan Biologis”.
Ada dampak pada fitoplangton laut atau biota lain dapat mengganggu tekanan secara biologis dan mengakibatkan kehilangan efisiensi CO2 tersita oleh kedalaman laut. Sebaliknya, kehilangan ini bisa membuat peningkatan CO2 di atmosfer. Ini diketahui bahwa tingkatan CO2 di atmosfer telah meningkat sejak revolusi industri. Diketahui bahwa tingkatan ini telah meningkat, peningkatan ini seharusnya pada effisiensi kehilangan dari tekanan biologis tidaklah dibutuhkan. Kemudian, menjaga keanekaragaman dari organisme, penting dalam mengontrol tingkatan dari CO2 di atmosfer.

Pengetahuan

Kelestarian keanekaragaman laut bagi kepentingan pengetahuan itu sendiri sangatlah penting. Sebagai contoh, ada sejumlah ekosistem laut yang berkelanjutan ditemukan sekarang ini. Ventilasi udara hidrotermal telah ditemukan pada tahun 1976 hanya setelah ekspedisi Alvin, kapal di bawah laut. Kebanyakan dari jenis tersebut bersifat endemik terhadap sirkulasi udara dan termasuk cacing pita, remis besar, kupang, kepiting, polychaetes(sejenis cacing laut) dan gastropods(sejenis moluska). Meskipun, ada sejumlah penelitian dilakukan pada sirkulasi hidrotermal yang telah menghasilkan dasar informasi yang besar, kukurangan pengetahuan terjadi di beberapa tempat, seperti unsur-unsur yang mengatur struktur masyarakat, kepentingan dari proses lokal(misalnya: penggusuran), adanya atau kekurangan dari ”puncak” masyarakat dan penggusuran hal-hal yang mengganggu(Metaxas, 2000; personal communication).

Sesuai dengan penemuan ekosistem laut baru-baru ini, penemuan sejumlah spesies baru. Sebagai contoh, di lautan terbuka, sebuah kelompok penghasil utama bakteri laut yang hidup bebas(prochlorophytes) tidak ditemukan hingga akhir tahun 1980, bagaimanapun juga, mereka menghitung hampir 40% dari klorofil di beberapa wilayah pantai (Chisholm dkk 1988;R.J Olsen dkk, 1990). Kurangnya pengetahuan akan mikroba biota laut, bagaimanapun juga, teknik molekular sekarang ini membantu ilmu pengetahuan dalam pemahaman unsur intergral yang beragam akan makanan laut. Mikroba sangatlah penting dalam pendaurulangan biogeokimia akan banyaknya nutrisi dan bertanggung jawab hadap permasalahan pendaurulangan ognanik di laut(NRC, 1995)
Selanjutnya juga, kita yakin pada kenyataannya, kita sementara mengalami masa perubahan. Sebagai contoh, dalam ekosistem laut, akhir-akhir ini ditemukan bahwa organisme sebelumnya diperkirakan menjadi salah satu spesies yang lebih dari satu(NRC, 1995). Salah-satu contoh yang bagus adalah remis Mytilus edulis, yang akhir-akhir ini dikenal menjadi tiga spesies yang berbeda(McDonald, 1992). Mytilus edulis digunakan sebagai alat pemantau pada ”International Mussel Watch Program” dan disimpulkan bahwa dampak dari terkontaminasi yang sebenarnya dihubungkan tingkat perbedaan pertumbuhan , setidaknya dua spesies yang kurang diketahui(Lobel, 1990). Kedua, cacing laut Capitella, yang sebelumnya digunakan sebagai indikator dampak polusi, pada dasarnya berjumlah 15 atau lebih jenis dalam kelas yang sama (NRC, 1995). Kemudian, menggunakan spesies dari kelas yang sama tanpa mendapatkannya bisa menyebabkan implikasi terhadap pemahaman ekologi disekitar hewan-hewan laut dan yang lainnya, dapat menyebabkan perkiraan yang tidak akurat atas sumber daya perdagangan. Ini telah tejadi pada jenis ikan tawar dari Spanyol, Scomberomorus, sekarang dikenal dengan dua spesies, yang dewasa dalam umur dan ukuran (Collete, 1978)

References

Chisholm, S.W., Olsen, R.J., Zettler, E.R., Goericke, R., Waterbury, J.B. & Welschmeyer, N.A. 1988. A novel free living prochlorophyte abundant in the oceanic euphotic zone. Nature. 334: 340-343.

Collette, B.B., Russo, J.L., & Zavala-Camin, L.A. 1978. Scomberomorus brasiliensis , a new species of Spanish mackerel from the western Atlantic. Fish. Bull. 76: 273-280.

Lobel, P.B., Belkhode, S.P., Jackson, S.E. & Longerich, H.P. 1990. Recent taxonomic discoveries concerning the mussel Mytilus : Implications for biomonitoring. Arch. Environ. Contamin. Toxicol. 19: 508-512.

McDonald, J.H., Seed, R. & Koehn, R.K. 1992. Allozymes and morphometric characters of three specis of Mytilus in the Northern and Southern Hemispheres. Mar. Biol. 111: 323-333.

Norse, E.A. 1993. Global marine biological diversity: A strategy for building conservation into decision making. Island Press, Washington D.C.383 pp.

National Research Council. 1995. Understanding marine biodiversity: A research agenda for a nation. National Academy Press, Washington D.C. 114 pp.

Olsen, R.J., Chisholm, S.W., Zettler, E.R., Altabet, M. & Dusenberry, J. 1990. Spatial and temporal distributions of prochlorophyte picoplankton in the North Atlantic Ocean. Deep-Sea Research. 37: 1033-1051.

 

 

 
Support By

 

Hakcipta©WOC'09 Secretariat 2007, All Right Reserved